Senin, 06 April 2009

ENAKAN MANA OB ATAU BOS ???

Pada suatu hari di sebuah perusahaan x terjadi percakapan antara OB bernama bejo dengan BOS nya. Karena antara keduanya sudah sangat akrab maka percakapan pun terjadi dengan sangat lancar,

OB : (sambil membersihkan ruangan bos), Pak, bapak sih enak ya kerja disini, jabatan bos pasti gajinya gede, pulang pergi pakenya mobil mewah, belum lagi dapat tunjangan lain-lainnya. lha saya cuma ob kerjanya bersih-bersih kantor tiap hari, gaji kecil trus ga dapat tunjangan apa-apa.

BOS : Ah, sama saja jo cuma nasib aja yang beda, kerjaan mah apa kata orang liat aj jo.

OB : Gimana sih pak dulunya kok bapak bisa jadi orang hebat seperti sekarang?

BOS : Ya kerja keras jo, dulunya saya juga memulainya semua dari bawah ga langsung seperti sekarang ini, yang penting jujur dan gali terus kemampuan diri. Begitu kesempatan datang kita sudah siap menerimanya.

OB : (masih penasaran) Tapi apa mungkin pak orang bodoh macam saya suatu saat bisa seperti bapak ?

BOS : Kenapa tidak jo? siapa saja bisa seperti saya bahkan lebih, yang penting kemauan untuk kerja keras dan terus mengembangkan diri jangan lupa juga berdoa.

Karena tugasnya di dalam ruangan bos sudah selesai, maka bejo pun meninggalkan ruangan itu dengan penuh rasa optimis. Bejo merasa apa yang disampaikan oleh bosnya menjadi motivasi untuk terus bekerja sebaik-baiknya.

Sampai suatu hari beberapa bulan kemudian, dikantor tempat bejo bekerja terdengar berita akan adanya pergantian pimpinan. Pimpinan bejo saat ini akan di mutasikan ke tempat kerja yang baru yang berada di luar pulau. Terjadi lah kembali percakapan antara bos dan bejo, namun saat ini percakapan terjadi di ruang kerja bejo yaitu di ruang belakang,

BOS : Kamu lagi sibuk jo?

OB : (dengan lugu bejo menjawab) Eh, bapak. engga tuh pak, ada yang bisa saya bantu pak?

BOS : ( sambil minta dibuatkan secangkir kopi panas) Engga jo, cuma mau ngobrol aj. Saya lagi suntuk nih jo.

OB : Suntuk kenapa memangnya pak, bukannya kerjaan bapak beres-beres aj, atau mungkin ada masalah lain pak? barang kali saya bisa bantu.

BOS : (seolah ingin mengulang pertanyaan bejo beberapa bulan yang lalu), kamu sih enak ya jo, setiap hari kerja ga mikir ini ga mikir itu, cuma buka tutup kantor, asal kantor bersih...udah beres, pikiran tenang. Lha saya walaupun kelihatannya enak, fasilitas serba wah, tapi pikiran ga tenang, belum lama disini sudah mesti pindah, nanti disana ga berapa lama bakal pindah lagi.

OB : (sambil berpikir dan masih dalam keluguan), kan bapak pernah bilang kalau kita ini nasib saja yang membedakan, dulu saya bilang bapak enak, sekarang bapak bilang saya yang enak. Benar yang bapak bilang kerjaan mah apa kata orang lihat aja pak, kalo boleh saya tambahkan yang penting bagaimana kita mensyukuri nya saja pak.

BOS : ( sambil menghirup teh) Iya ya jo, kamu bener kalo kita bisa mensyukuri, apapun yang kita hadapi pasti tidak akan terasa berat. Hebat...hebat kamu jo ( sambil kembali tersenyum, seolah kepindahan nya tidak lagi terasa memberatkan ).

Akhirnya sampailah waktunya sang BOS harus meninggalkan kantor dan kenangannya bersama bejo sang OB. Dan karena kematangan cara berpikirnya, bejo sang OB mendapat promosi untuk menjadi staff HRD di perusahaan tersebut.

Ternyata antara OB dan BOS bisa menjadi sama-sama enak jika di syukuri, sebaliknya bisa menjadi sama-sama tidak enak jika tidak disyukuri.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar