Kamis, 16 April 2009

Agar Anda Berwibawa

Posting ini dikutip dari www.pengembangandiri.com dan ditulis oleh Supardi Lee.
Sengaja saya tampilkan disini dengan harapan dapat berbagi manfaat kepada kawan kawan semua.

Hatinya terperi. Sakit sekali. Ia merasa telah bekerja keras. Terbukti dari hasil kerjanya. Dari sekian sales person di perusahaannya, ia memperoleh penjualan dengan omset tertinggi. Tapi, ia malah dimarahi atasannya. Habis-habisan. Di depan umum pula. Hatinya sakit sekali. Tak kuasa ia menahan linangan air matanya. Meleleh. Menganak sungai.

Padahal kesalahannya kecil saja. Hanya laporan yang terlambat. Itu pun karena ia terlalu lelah mengejar konsumen. Bukan karena ada kegiatan pribadi. Sakit hatinya makin membesar ketika ia melihat sang atasan justru tenang-tenang saja pada kesalahan yang dilakukan rekan-rekannya. Ditegur iya. Tapi dimarahi? Nggak ada sama sekali. Eu….h. Sakit sekali.

Pernah mengalami kejadian seperti itu? Bila anda tak berprestasi, dimarahi sudah pantas. Tapi ini berprestasi. Koq masih dimarahi. Apa sebab?

Kekuatan. Yah… kekuatan anda dihadapan orang lain. Ini sebabnya. Apa maksudnya?

Saudara, ketika anda dimarahi atasan, maka anda berada di posisi yang lemah. Kekuatan anda jauh dibawah atasan anda. Bila kekuatan anda sama dengan atasan anda, anda tidak akan dimarahi. Anda ditegur iya. Ditanya iya. Tapi dimarahi? Tidak!

Lho, bukankah atasan itu memang kekuatannya di atas bawahannya? Belum tentu. Tergantung kekuatan atasan dan bawahannya. Ada bawahan yang kekuatannya memang di bawah atasan. Tapi ada yang kekuatannya sama, atau bahkan melebihi atasannya. Atasan dan bawahan adalah faktor formal struktural. Soal kekuatan adalah soal wibawa personal.

Maka prestasi yang tinggi tak menjamin. Soal marah-memarahi adalah soal kekuatan. Nah, apa saja faktor yang membangun kekuatan itu? Faktor yang membuat anda berwibawa di hadapan orang lain, bahkan di depan atasan anda sendiri?

Saya mencatat ada dua faktor. Pertama, faktor fundamental. Kedua, faktor teknik komunikasi.

Faktor fundamental berkaitan dengan kemandirian keyakinan, pikiran dan perasaan. Ini fondasinya. Keyakinan yang kuat membuat anda tak bergeming. Anda kukuh memegang keyakinan itu. Meski lingkungan bisa beda secara diametral dengan keyakinan anda itu. Pikiran anda bisa tetap terbuka atas banyak hal, termasuk hal-hal negatif. Perasaan anda bisa tetap tenang, meski banyak hal yang beda dengan keinginan dan harapan anda.

Faktor teknik komunikasi adalah ujung tombak kekuatan anda itu. Dalam hal ini, anda:

1. Bisa berpendapat beda dengan orang lain.

Nah, hal ini yang paling menunjukkan kekuatan anda. Anda bisa melihat sisi lain dari suatu kondisi. Dengannya anda bisa beda pendapat. Bila pendapat anda sama terus dengan orang lain, maka keberadaan anda menjadi tak berarti penting.

Karena itu, jangan terus diam, setuju, dan mengiyakan pendapat orang lain. Orang lain akan senang diiyakan. Itu sih jelas. Karena itu berarti anda sedang menyerahkan kekuatan anda padanya. Ia makin kuat, anda makin lemah. Makin sering ini (mengiyakan pendapat orang lain) dilakukan, makin lemah anda di depan orang lain. Makin sering anda beda pendapat, makin kuat anda.

Tapi jangan kebablasan. Jangan selalu beda pendapat. Bila anda selalu beda pendapat dengan orang lain, anda memang jadi kuat. Tapi, anda akan dianggap sebagai musuh, bukan rekan kerja. Musuh yang kuat. Dan orang lain akan berusaha menghancurkan anda. Toh anda musuh mereka. Iya,kan? Ini pun kondisi yang buruk. Konflik berkepanjangan berasal dari sini. Mulanya dari perbedaan pendapat yang objektif. Lama-lama akan mengarah pada orangnya. Subjektif.

2. Bisa merespon pendapat orang lain dengan baik.

Merespon bukan berarti menyetujui. Anda bertanya: “Bisa diulangi?”, “Maksudnya?”, “Koq begitu?”, dan sebagainya. Anda berkomentar singkat seperti : “Oh, gitu ya”, “OK, saya paham”, “Ya..ya..ya”, dan sebagainya.

Nah, ketika anda merespon dengan baik, orang lain merasa diperhatikan. Merasa dihargai. Merasa dianggap penting. Karena merasa diperhatikan, dihargai dan dianggap penting, orang lain pun akan melakukan hal sama pada anda. Dan itu adalah pertukaran kekuatan yang menguntungkan kedua belah pihak.

3. Bisa menguatkan pendapat orang lain.

Ada saatnya anda berbeda pendapat. Ada saatnya anda menyetujui bahkan menguatkan pendapat orang lain. Keseimbangan ini penting. Orang yang pendapatnya anda setujui dan kuatkan akan membagi kekuatannya pada anda. Persetujuan anda akan sangat berarti karena anda bukan orang yang gampang setuju atas pendapat orang lain. Ingat, kalau anda gampang setuju atau bahkan selalu setuju atas pendapat orang lain, anda justru akan jadi orang lemah di hadapan orang lain. Tahu kapan tidak setuju dan berbeda pendapat. Tahu juga kapan saat yang tepat untuk setuju dan menguatkan pendapat orang lain.

Ciri Anda Kuat Dihadapan Orang Lain

Ada dua ciri utama kalau anda sudah kuat dihadapan orang lain. Apa itu?

Pertama, anda ditanya. Dimintai pendapat. Ditanya atasan, rekan atau bawahan. Ini menunjukkan orang lain menganggap anda sebagai orang penting. Dan ini sekali lagi tak berkaitan dengan apakah anda atasan atau bawahan.

Kedua, ketika anda berpendapat, orang lain benar-benar menyimak. Entah pendapat anda itu berbeda atau sama dengan pendapat orang lain.

Senin, 06 April 2009

ENAKAN MANA OB ATAU BOS ???

Pada suatu hari di sebuah perusahaan x terjadi percakapan antara OB bernama bejo dengan BOS nya. Karena antara keduanya sudah sangat akrab maka percakapan pun terjadi dengan sangat lancar,

OB : (sambil membersihkan ruangan bos), Pak, bapak sih enak ya kerja disini, jabatan bos pasti gajinya gede, pulang pergi pakenya mobil mewah, belum lagi dapat tunjangan lain-lainnya. lha saya cuma ob kerjanya bersih-bersih kantor tiap hari, gaji kecil trus ga dapat tunjangan apa-apa.

BOS : Ah, sama saja jo cuma nasib aja yang beda, kerjaan mah apa kata orang liat aj jo.

OB : Gimana sih pak dulunya kok bapak bisa jadi orang hebat seperti sekarang?

BOS : Ya kerja keras jo, dulunya saya juga memulainya semua dari bawah ga langsung seperti sekarang ini, yang penting jujur dan gali terus kemampuan diri. Begitu kesempatan datang kita sudah siap menerimanya.

OB : (masih penasaran) Tapi apa mungkin pak orang bodoh macam saya suatu saat bisa seperti bapak ?

BOS : Kenapa tidak jo? siapa saja bisa seperti saya bahkan lebih, yang penting kemauan untuk kerja keras dan terus mengembangkan diri jangan lupa juga berdoa.

Karena tugasnya di dalam ruangan bos sudah selesai, maka bejo pun meninggalkan ruangan itu dengan penuh rasa optimis. Bejo merasa apa yang disampaikan oleh bosnya menjadi motivasi untuk terus bekerja sebaik-baiknya.

Sampai suatu hari beberapa bulan kemudian, dikantor tempat bejo bekerja terdengar berita akan adanya pergantian pimpinan. Pimpinan bejo saat ini akan di mutasikan ke tempat kerja yang baru yang berada di luar pulau. Terjadi lah kembali percakapan antara bos dan bejo, namun saat ini percakapan terjadi di ruang kerja bejo yaitu di ruang belakang,

BOS : Kamu lagi sibuk jo?

OB : (dengan lugu bejo menjawab) Eh, bapak. engga tuh pak, ada yang bisa saya bantu pak?

BOS : ( sambil minta dibuatkan secangkir kopi panas) Engga jo, cuma mau ngobrol aj. Saya lagi suntuk nih jo.

OB : Suntuk kenapa memangnya pak, bukannya kerjaan bapak beres-beres aj, atau mungkin ada masalah lain pak? barang kali saya bisa bantu.

BOS : (seolah ingin mengulang pertanyaan bejo beberapa bulan yang lalu), kamu sih enak ya jo, setiap hari kerja ga mikir ini ga mikir itu, cuma buka tutup kantor, asal kantor bersih...udah beres, pikiran tenang. Lha saya walaupun kelihatannya enak, fasilitas serba wah, tapi pikiran ga tenang, belum lama disini sudah mesti pindah, nanti disana ga berapa lama bakal pindah lagi.

OB : (sambil berpikir dan masih dalam keluguan), kan bapak pernah bilang kalau kita ini nasib saja yang membedakan, dulu saya bilang bapak enak, sekarang bapak bilang saya yang enak. Benar yang bapak bilang kerjaan mah apa kata orang lihat aja pak, kalo boleh saya tambahkan yang penting bagaimana kita mensyukuri nya saja pak.

BOS : ( sambil menghirup teh) Iya ya jo, kamu bener kalo kita bisa mensyukuri, apapun yang kita hadapi pasti tidak akan terasa berat. Hebat...hebat kamu jo ( sambil kembali tersenyum, seolah kepindahan nya tidak lagi terasa memberatkan ).

Akhirnya sampailah waktunya sang BOS harus meninggalkan kantor dan kenangannya bersama bejo sang OB. Dan karena kematangan cara berpikirnya, bejo sang OB mendapat promosi untuk menjadi staff HRD di perusahaan tersebut.

Ternyata antara OB dan BOS bisa menjadi sama-sama enak jika di syukuri, sebaliknya bisa menjadi sama-sama tidak enak jika tidak disyukuri.







Jumat, 03 April 2009

BERSAHABAT DENGAN MASALAH

Dalam setiap perjalanan hidup manusia pasti tidak pernah lepas dari yang namanya masalah. Setiap saat masalah datang silih berganti kadang mudah, kadang sulit. Ia datang kepada siapa saja tanpa mengenal usia, laki-laki atau perempuan, kaya dan miskin, suku dan agama, maupun warna kulit, bahkan ia tidak memperhitungkan tempat dan waktu saat ia akan datang.

Suka atau tidak suka, mau atau tidak mau jika ia datang menghampiri maka kita harus bersiap diri untuk menerimanya. Karena sadar atau tidak kepribadian kita saat ini, pola pikir kita bahkan mungkin gaya hidup yang kita jalani sehari-hari saat ini adalah terbentuk karena kehadiran berbagai masalah yang datang silih berganti. Sudah saat nya kita mulai menyadari bahwa tidak setiap masalah berkonotasi negatif, tidak selamanya ia mendatangkan kesusahan, atau mungkin sebagian kita menganggapnya sebagai sebuah kesialan.

Sudah saat nya kita berpikir positif dalam menyambut satu per satu masalah yang datang, atau mungkin sudah saatnya kita mulai berpikir untuk BERSAHABAT DENGAN MASALAH. Bukan kah dengan kehadirannya menjadikan jiwa kita semakin dewasa dan semakin matang dalam menjalani hidup. Dan bukankah dengan kehadirannya pula kemampuan dan kualitas diri kita teruji untukmenjadi semakin kokoh seperti batu karang yang tak akan goyah meski terus di hantam gelombang. Akhirnya bagaimana kita mampu menyikapi setiap permasalahanlah yang akan menunjukkan kualitas diri dan jiwa kita, dan yang akan menunjukkan siapa sebenarnya dibalik wajah yang katanya tampan rupawan, cantik menawan.

Berterima kasih lah kepada setiap masalah yang datang, karena dia lah kita bisa seperti saat ini, dan bersyukurlah jika kita masih diberikan kesempatan untuk menerima kehadirannya lagi, karena ia hanya akan datang kepada kita yang masih diberi kehidupan.